TPB dan Kantor Urusan Internasional Universitas Udayana Gelar Kuliah Tamu tentang Teknologi Pengurangan Emisi Metana
Program Studi Teknik Pertanian dan Biosistem (TPB) Universitas Udayana bekerja sama dengan Kantor Urusan Internasional Universitas Udayana menyelenggarakan kuliah tamu dan workshop bertema “Adaptive Management for Methane Gas Reduction by Implementation of Technology” pada Senin, 27 Juli 2026. Kegiatan berlangsung di Ruang Sidang Gedung Agrokompleks Lantai III, Kampus Sudirman, mulai pukul 09.00 hingga 13.30 WITA.
Kegiatan ini menghadirkan seluruh profesor dan akademisi dari Jepang sebagai pembicara utama, yaitu Prof. Tasuku Kato, Dr. Hirotaka Saitoh, dan Dr. Julien Boulange dari Tokyo University of Agriculture and Technology (TUAT), serta Dr. Koshi Yoshida dari The University of Tokyo.
Selain para pembicara dari Jepang, kegiatan juga menghadirkan Hanhan Ahmad Sofiyuddin dari Balai Teknik Irigasi, Direktorat Jenderal Sumber Daya Air, Kementerian Pekerjaan Umum. Kehadiran narasumber dari unsur akademisi dan praktisi memberikan sudut pandang yang lebih lengkap mengenai pengelolaan irigasi, penerapan teknologi, serta upaya mengurangi emisi gas metana pada budidaya padi.
Kuliah tamu dan workshop ini dihadiri oleh mahasiswa TPB Universitas Udayana serta mahasiswa dari Tokyo University of Agriculture and Technology dan The University of Tokyo. Kegiatan ini juga turut mengundang perwakilan Dinas Pertanian Kabupaten Tabanan serta Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Badung sebagai pemangku kepentingan yang berkaitan langsung dengan pengelolaan pertanian dan sumber daya air di daerah.
Para pembicara membahas pentingnya pengelolaan air secara adaptif untuk menghadapi perubahan iklim dan mendukung pertanian rendah emisi. Salah satu pendekatan yang menjadi perhatian adalah Alternate Wetting and Drying (AWD), yaitu pengelolaan air sawah melalui siklus basah dan kering secara terkontrol.
Penerapan AWD tidak hanya berkaitan dengan penghematan air, tetapi juga berpotensi mengurangi kondisi anaerob yang memicu pembentukan gas metana di lahan sawah. Namun, penerapannya perlu mempertimbangkan kondisi tanah, fase pertumbuhan tanaman, ketersediaan air, bentuk lahan, jaringan irigasi, dan kelembagaan pengelola air.
Hanhan Ahmad Sofiyuddin turut memberikan perspektif praktis mengenai pengelolaan jaringan irigasi dan penggunaan teknologi pemantauan di lapangan. Teknologi seperti pipa AWD, alat pemantau tinggi muka air, data iklim, dan sistem pendukung keputusan dapat membantu menentukan waktu pemberian air serta periode pengeringan yang aman bagi tanaman.
Dalam konteks Bali, para pembicara juga menekankan bahwa penerapan teknologi perlu disesuaikan dengan karakteristik sawah berteras dan tata kelola irigasi Subak. Teknologi tidak ditempatkan sebagai pengganti sistem yang telah ada, tetapi sebagai sarana untuk memperkuat pengambilan keputusan dan mendukung pengelolaan air yang lebih efisien serta berkelanjutan.
Kegiatan semakin interaktif melalui sesi presentasi e-poster oleh mahasiswa. Presenter dari Tokyo University of Agriculture and Technology terdiri atas Momoko Iwasaki, Seinosuke Nakamura, Yosua Satrio Faskayana, Wily Goldramijaya, Ida Bagus Ketut Adyaguhyariko, serta Pande Made Ngurah Bayu Abdi Bagaskara. Sementara itu, The University of Tokyo diwakili oleh Mahiro Akiyoshi dan Kodai Tatemoto.
Melalui e-poster, para mahasiswa memaparkan hasil kajian dan gagasan yang berkaitan dengan pengelolaan air sawah, AWD, neraca air, konektivitas aliran, produktivitas air, teknologi pemantauan, serta upaya pengurangan emisi metana. Sesi ini memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk menjelaskan hasil analisis secara ringkas dan visual, sekaligus menerima pertanyaan serta masukan langsung dari para profesor, narasumber PU, dosen, mahasiswa TPB Universitas Udayana, dan peserta lainnya.
Diskusi setelah presentasi mempertemukan perspektif akademis, hasil penelitian mahasiswa, pengalaman praktis dalam pengelolaan irigasi, dan kebutuhan pembangunan pertanian di tingkat daerah. Para peserta membahas berbagai tantangan penerapan AWD, terutama pada lahan sawah berteras, distribusi air yang saling terhubung, keterbatasan data lapangan, serta pentingnya koordinasi antarpengguna air dan instansi terkait.
Kuliah tamu dan workshop ini menjadi ruang pertukaran pengetahuan antara TPB Universitas Udayana, Kantor Urusan Internasional Universitas Udayana, Tokyo University of Agriculture and Technology, The University of Tokyo, Balai Teknik Irigasi Kementerian Pekerjaan Umum, serta instansi pemerintah daerah yang diundang. Kolaborasi tersebut mempertemukan profesor, praktisi, dosen, mahasiswa, dan pemangku kepentingan sehingga pembahasan tidak hanya berhenti pada konsep, tetapi juga menyentuh kebutuhan penerapan teknologi di lapangan.
Kegiatan ditutup pada pukul 13.30 WITA setelah sesi diskusi, penyampaian simpulan, penyerahan sertifikat atau kenang-kenangan, serta dokumentasi bersama. Hasil kegiatan diharapkan dapat ditindaklanjuti melalui pengembangan penelitian bersama, penyempurnaan kajian mahasiswa, pembelajaran berbasis kasus, dan penguatan kolaborasi internasional dalam bidang irigasi, pertanian cerdas iklim, serta pengurangan emisi gas rumah kaca.


FACULTY OF AGRICULTURAL TECHNOLOGY