TPB Universitas Udayana Selaraskan Kurikulum dengan Standar LAM Teknik dan IABEE.
Program Studi Teknik Pertanian dan Biosistem (TPB), Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Udayana, menggelar Workshop Penyelarasan Kurikulum Berbasis Standar Akreditasi LAM Teknik dan IABEE pada Sabtu, 4 Juli 2026. Kegiatan ini menjadi ruang kolaboratif untuk memastikan kurikulum semakin relevan dengan kebutuhan industri, perkembangan pendidikan teknik, dan tantangan pembangunan pertanian berkelanjutan.
Workshop berlangsung secara luring di Gedung JA 1.1, Kampus Bukit Jimbaran, pukul 09.00–13.05 WITA. Sebanyak 40 peserta hadir dari unsur pimpinan fakultas, pengelola akademik, dosen, tenaga kependidikan, mahasiswa, alumni, serta pengguna lulusan dari dunia industri.
Dekan Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Udayana, Dr. I Wayan Rai Widarta, S.TP., M.Si., membuka kegiatan. Arah penyelarasan kurikulum disampaikan oleh Dr. Sumiyati, S.TP., M.P. selaku PIC Penyelarasan Kurikulum, sedangkan diskusi dimoderatori oleh Gede Arda, S.TP., M.Sc., Ph.D.
Masukan industri: kompetensi teknis harus berjalan bersama sikap kerja
Materi utama bertajuk “Kebutuhan Industri terhadap Kompetensi Sumber Daya Manusia” disampaikan oleh I Putu Restu Wiana, S.TP. dari PT Rajaboga Jaya Nusantara. Dalam paparannya, ia menekankan bahwa kesiapan lulusan memasuki dunia kerja tidak hanya ditentukan oleh kemampuan akademik. Sikap profesional, kedisiplinan, tanggung jawab, kemauan belajar, kemampuan beradaptasi, komunikasi, dan kerja sama menjadi kompetensi yang sama pentingnya.
Nilai akademik tetap menjadi indikator penting, namun perlu mencerminkan kemampuan nyata dalam memecahkan masalah dan menjalankan pekerjaan secara profesional. Karena itu, penguatan karakter dan soft skills perlu ditanamkan sejak awal perkuliahan melalui budaya akademik, pendampingan, keteladanan, serta aktivitas pembelajaran yang memberi pengalaman langsung.
Pembelajaran berorientasi luaran dan berdampak
Diskusi peserta menegaskan bahwa penyelarasan kurikulum tidak berhenti pada perubahan daftar mata kuliah. Kurikulum perlu menunjukkan hubungan yang jelas antara profil lulusan, capaian pembelajaran lulusan (CPL), capaian pembelajaran mata kuliah (CPMK), metode pembelajaran, asesmen, dan bukti ketercapaian pembelajaran. Kerangka tersebut menjadi bagian penting dalam penerapan Outcome-Based Education (OBE) dan pemenuhan standar LAM Teknik serta IABEE.
Pembelajaran Case-Based dan Team-Based Project akan terus diperkuat pada mata kuliah yang relevan. Mahasiswa diharapkan lebih banyak berhadapan dengan kasus nyata, merancang solusi, bekerja dalam tim, dan mengomunikasikan hasil secara profesional. Konteks yang digunakan dapat bersumber dari industri, pertanian lokal, sistem subak, ketahanan pangan, pengelolaan sumber daya alam, dan tantangan keberlanjutan.
Nilai kearifan lokal juga dipandang sebagai kekuatan khas lulusan TPB Universitas Udayana. Pengembangan teknologi pertanian perlu mempertimbangkan dimensi teknis, ekonomi, sosial, lingkungan, tata kelola, serta nilai spiritual dan kemanusiaan agar inovasi memberi dampak nyata bagi masyarakat.
Tindak lanjut penyempurnaan kurikulum
Hasil workshop menjadi dasar bagi program studi untuk menelaah kembali pemetaan CPL–CPMK–mata kuliah, mengidentifikasi mata kuliah yang sesuai untuk penerapan studi kasus dan proyek tim, serta menyusun rubrik asesmen soft skills yang mencakup komunikasi, kerja sama, tanggung jawab, etika, dan kemampuan beradaptasi.
Program studi juga akan memperkuat keterlibatan alumni dan pengguna lulusan sebagai mitra pengembangan kurikulum, narasumber, mitra proyek, dan evaluator. Dokumentasi pelaksanaan OBE melalui RPS, portofolio mahasiswa, hasil asesmen, umpan balik, dan tindak lanjut perbaikan akan dikembangkan secara lebih sistematis.
Melalui langkah tersebut, kurikulum TPB Universitas Udayana diharapkan semakin relevan, terukur, dan responsif terhadap kebutuhan dunia kerja sekaligus tetap berakar pada karakter pertanian Bali. Lulusan diproyeksikan tidak hanya memiliki kompetensi teknis yang kuat, tetapi juga mampu menjadi agen perubahan yang berkontribusi terhadap ketahanan pangan, keberlanjutan, dan kesejahteraan masyarakat.



FACULTY OF AGRICULTURAL TECHNOLOGY